pura lempuyang

Pura Lempuyang, The Heaven Gate

Diposting pada

Pura Lempuyang, Spot Foto Instagramable yang Harus Kamu Tahu

Bali memiliki banyak sekali spot foto yang menarik dan tentu saja memberikan hasil foto yang mengagumkan jika sudut pemotretannya tepat. Terlebih jika spot foto yang dipilih adalah pemandangan alam yang natural dan asri. Salah satu spot foto di Bali yang disukai banyak wisatawan adalah Pura Lempuyang.

pura lempuyang bangunan

Gapura yang memiliki tinggi 4 meter ini menjadi spot foto favorit dan jika pengambilan fotonya tepat, maka foto yang dihasilkan adalah di tengah gapura yang tampak Gunung Agung dalam ukuran yang presisi. Tak jarang juga pengunjung datang saat gelap untuk menunggu momen lava panas Gunung Agung yang bersinar saat gelap.

Sebagian orang menganggap momen keluarnya lava panas menjadi hal yang menakutkan. Namun bagi sebagian orang lain menganggapnya sebagai momen langka dengan pemandangan yang magis. Jarak Pura Lempuyang dengan Gunung Agung termasuk dalam radius aman yaitu sejauh 19 km.

Pura Lempuyang

Sejarah Pura Lempuyang yang terdapat dalam buku terbitan Dinas Kebudayaan Bali pada tahun 1998 yang berjudul “Lempuyang Luhur” menyebutkan bahwa ‘lempuyang’ berasal dari kata lampu yang berarti sinar dan ‘hyang’ untuk menyebut Tuhan, seperti Hyang Widhi. Dan jika diartikan secara menyeluruh, arti lempuyang atau lampuyang adalah sinar suci Tuhan yang terang benderang (menyorot).

Namun ada versi lain yang menyebutkan bahwa lempuyang adalah sejenis tanaman yang biasanya dipakai untuk bumbu saat memasak. Hal ini juga dikaitkan dengan nama banjar yang berada di sekitar Lempuyang yaitu Banjar Bangle dan Gamongan. Bangle dan Gamongan sendiri merupakan tanaman sejenis yang biasanya dimanfaatkan untuk obat dan bumbu. Selain itu masih ada versi yang lain lagi yang menyebutkan bahwa lempuyang berasal dari kata ‘empu’ atau ‘emong’ yang diartikan sebagai menjaga.

Pada Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul menyebutkan bahwa Sang Hyang Parameswara membawa gunung-gunung yang ada di Bali berasal dari Jambhudwipa (India), dari Gunung Mahameru. Potongan Gunung Mahameru itu selanjutnya dibawa dan dipecah menjadi 3 bagian besar dan bagian kecil di Bali. Pada bagian tengah dijadikan Gunung Batur dan Rinjani, sedangkan puncaknya dijadikan Gunung Agung. Sedangkan pecahan-pecahan gunung yang lebih kecil menjadi deretan gunung di Bali yang saling berhubungan.

Dalam lontar tersebut juga disebutkan bahwa Sang Parameswara memberikan putranya yang bernama Sang Hyang Anijayasakti tugas untuk turun ke Bali agar menjaga Bali agar tetap sejahtera. Dan yang dijadikan tempat berstana Sang Hyang Anijayasakti dan dewa-dewa yang lainnya adalah di Gunung Lempuyang.

Pada tahun 1950 di tempat yang saat ini didirikan Pura Lempuyang, baru terdapat tumpukan batu dan sanggar agung yang dibuat dari pohon hidup. Pada bagian timur terdapat pohon sidhakarya besar dan sekarang pohon tersebut sudah tidak ada yang diduga pohon itu mati perlahan atau tumbang tanpa ada penggantinya. Lalu pada tahun 1960 dua padma kembar dibangun dan dibangun juga sebuah padma tunggal bale piyasan.

Pura ini sama seperti Pura Besakih yang memiliki status penting, baik dalam konsep padma bhuwana, catur loka pala, atau dewara nawa sanga. Berbagai sumber prasasti kuno atau lontar yang menyebutkan bahwa ada 3 pura besar yang sering disebut, yaitu Pura Besakih, Pura Ulun Danu Batur, serta Pura Lempuyang.

Itulah sedikit ulasan tentang Pura Lempuyang. Semoga informasi yang disampaikan bisa bermanfaat. Selamat berlibur.

 

Tinggalkan Jejak Mu
[0]
Gambar Gravatar
Website ini menawarkan sewa motor murah di Bali. melayani antar jemput ke Bandara dan Wisata di Bali. Motor Matic Bali | Sewa Rental Motor Bali under gotravela indonesia. Contact Ilham di Motor Matic Bali +62 852-7852-7205

Tinggalkan Balasan