Indahnya Pura Ulun Danu di Tepi Danau Beratan Bedugul

Indahnya Pura Ulun Danu di Tepi Danau Beratan Bedugul, Sewa Motor Matic Bali | Scooter Matic Bali

Indahnya Pura Ulun Danu

Pura Ulun Danu merupakan salah satu objek wisata Bali yang tidak pernah sepi pengunjung. Pura ini terletak pada kawasan wisata Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Jika dari Denpasar memiliki jarak tempuh sekitar 56 km atau sekitar 1 jam 30 menit mengendarai Sewa Motor melewati jalan raya Denpasar – Singaraja.

Pura ini merupakan sebuah pura suci Hindu yang sangat terkenal dan yang menjadi daya tariknya. Pura ini akan terlihat cantik ketika Danau Beratan pasang. Maka Pura Ulun Danu akan terlihat seperti mengapung pada atas air danau. Pemandangan ini akan membuat pengunjung terpukau.

Pura ini pernah terjadi musibah longsor bedugul pada tahun 2016, namun kini ulun danu dan danau baratan sudah kembali cantik dan tertata rapih.

Indahnya Pura Ulun Danu di Tepi Danau Beratan Bedugul, Sewa Motor Matic Bali | Scooter Matic Bali

Jika hendak menelusur pura ini sobat traveler bisa menggunakan moda transportasi

Pura Ulun Danu

Pura ini memiliki sejarah yang sangat panjang menurut data arkeologi dan data sejarah pada lontar Babad Mengwi.

Data arkeologi yang terdapat dan berlokasi pada halaman depan Ulun Danu membuktikan bahwa adanya peninggalan benda-benda bersejarah.

Seperti sebuah Sarkofagus batu dan papan batu yang perkirakan sudah ada sejak zaman megalitikum, yakni sekitar 500 tahun sebelum Masehi.

Sampai sekarang kedua artefak tersebut tersimpan pada babaturan (halaman teras) Pura. Lokasi ini dapat terselusuri berfungsi sebagai tempat untuk mengadakan ritual sejak zaman megalitikum.

Babad Mengwi

Data sejarah berdasarkan Babad Mengwi mengatakan bahwa I Gusti Agung Putu sebagai pendiri dari Kerajaan Mengwi sudah mendapatkan pura yang berada ujung Danau Beratan sebelum jauh membangun Pura Taman Ayun.

Belum jelas kapan Pura Ulun Danu berdiri? Namun tentang pembangunan Pura Taman Ayun yang upacaranya selalu jatuh pada hari Anggara Kliwon Medangsia tahun Caka 1556 tepatnya tahun 1634 setelah Masehi.

Jika melihat deskripsi dari Babad Mengwi bahwa Pura ini pendirinya adalah I Gusti Agung Putu.

Sejak Pura didirikan, kesejahteraan dan ketentraman menghinggapi Kerajaan Mengwi sehingga masyarakat menjuluki I Gusti Agung Putu sebagai I Gusti Agung Sakti.

Komplek pura ini terdiri dari 5 pura dan 1 Stupa Budha, diantaranya Pura Penataran Agung, Pura Dalem Purwa, Pura Taman Beji, Pura Lingga Petak, Pura Prajapati, serta Stupa Budha. Pura dan Stupa berada di tempat yang berbeda-beda dan tersebar di kawasan ini.

Setiap stupa memiliki fungsi dan keunikan yang berbeda, seperti pada Pura Prajapati yang letaknya di bawah pohon beringin besar memiliki fungsi sebagai tempat berstananya Dewi Durga.

Berbeda lagi dengan Pura Taman Beji yang berfungsi untuk melakukan upacara Ngebejiang dan untuk memohon Tirta (air suci). Upacara Ngebejiang sendiri merupakan upacara untuk ritual penyucian sarana upacara.

Baca juga sejarah pura lainnya dalam tautan:

Pura Ulun Danu Di Tepi Danau Beratan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *